Rafale trial flight to boost RI-France defense relations: official

Commander of the National Air Operations Command, Vice Marshal Tedi Rizalhadi, conducted a trial flight on a Rafale fighter jet on Thursday, signifying a boost to defense relations between Indonesia and France.

“This flight marks an important step in deepening bilateral relations between Indonesia and France, especially in the defense sector,” he said in a press statement from his office on Friday.

Rizalhadi tried out the French Rafale fighter jet at the Halim Perdanakusuma Air Force Base, East Jakarta.

The trial flight was part of a series of Pegase 2024 mission activities, he informed. Indonesia was one of the countries visited in the Indo-Pacific region as part of the mission, he added.

Before flying the Rafale fighter jet, Rizalhadi underwent a health test and a safety briefing attended by high-ranking Indonesian Air Force officials and Pegase mission commander, Brigadier General Guillaume Thomas.

After a series of checks, Rizalhadi flew the Rafale fighter jet for 70 minutes.

After the trial flight, he conveyed his satisfaction and expressed the hope that the activity would strengthen military relations between Indonesia and France.

Indonesia is among the customers of the Rafale fighter jet produced by France.

The Ministry of Defense purchased 42 Rafale fighter jets made by Dassault Aviation France after the third phase purchase contract for the last 18 units became effective.

Head of the public relations bureau of the Ministry of Defense, Brigadier General Edwin Adrian Sumantha, said that the effective contract was the basis for Dassault Aviation to start producing the last 18 units of Rafale fighter jets ordered by Indonesia.

“The first phase of the procurement contract with Dassault Aviation became effective in September 2022 for six units, and August 2023 for 18 units. In total, the procurement of Rafale fighter jets by the Defense Ministry is 42 units,” he informed.

According to him, the first Rafale aircraft ordered by Indonesia is scheduled to arrive in early 2026.

AI can help Indonesia cut subsidized fuel budget by Rp50 tln: Minister

Indonesia can save a budget of up to Rp50 trillion (US$3.1 billion) per year by employing artificial intelligence (AI) to tighten controls of subsidized fuels, Maritime Affairs and Investment Coordinating Minister Luhut Binsar Pandjaitan stated.

Speaking at a coordinating ministry building in Nusantara Capital City (IKN), East Kalimantan, on Sunday, he, therefore, encouraged state-run oil and gas giant PT Pertamina to continue making good use of the cutting-edge technology to ensure precise distribution of subsidized gasoline.

“Those who do not deserve (the subsidized fuels) must not become the recipients,” he stressed.

Panjaitan continued to speak highly of the utilization of digital technology, highlighting Indonesia’s success in saving as much as Rp3 thousand trillion (USD188.3 billion) by making the most of the government digital procurement platform e-Katalog.

In addition to the implementation of AI in tightening controls of the subsidized fuels, Pandjaitan commended the Mineral and Coal Information System for Ministries/Institutions (Simbara) for enabling the government to boost its revenue.

By implementing the automatic blocking system to deal with debts, the government has garnered Rp1.1 trillion (nearly US$68 million) in state revenue, he said.

“With all that in mind, it is safe to say that the use of technology has significantly increased our (budget) efficiency,” he remarked.

Earlier, Pertamina President Director Nicke Widyawati informed that her side has been utilizing AI to manage its business comprehensively, from upstream to downstream sectors.

“We have begun to use AI to process and analyze data in a faster manner, thereby allowing us to make accurate decisions,” she said.

With the help of the progressive technology, Pertamina is able to process data on some 15 million transactions of subsidized fuels on a daily basis.

UNS dorong perguruan tinggi tingkatkan pengelolaan kampus hijau

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mendorong perguruan tinggi (PT) di Indonesia meningkatkan pengelolaan kampus hijau sebagai bagian dari upaya kelola lingkungan berkelanjutan.

Koordinator “green campus” untuk UNS Suryanto di Solo, Selasa mengatakan pesan tersebut akan disampaikan pada pelaksanaan “Lokakarya Nasional UI GreenMetric 2021” di mana pada tahun ini UNS menjadi tuan rumahnya.

Ia mengatakan lokakarya yang akan dilaksanakan pada tanggal 28-29 Juli 2021 tersebut rencananya akan mendatangkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya. Selain itu, dikatakannya, akan ada narasumber dari perwakilan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Padang.

Lebih lanjut dikatakannya, juga akan ada perwakilan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Semarang, Universitas Terbuka, Universitas Dinamika, Universitas Katolik Parahyangan, dan Universitas Hasanuddin.

Pihaknya berharap lokakarya tersebut dapat meningkatkan komitmen dan memperluas partisipasi perguruan tinggi dalam pengelolaan kampus hijau.

“Dalam lokakarya ini akan dipresentasikan praktik-praktik keberhasilan implementasi dari UI GreenMetric termasuk pelatihan pengisian kuisioner UI GreenMetric. Selain itu akan dibahas mengenai isu pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di perguruan tinggi,” katanya.

Menurut dia, tujuan diselenggarakannya lokakarya tersebut, di antaranya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan, meningkatkan komitmen dan memperluas partisipasi perguruan tinggi dalam pengelolaan kampus hijau, menambah pengetahuan seluruh partisipan untuk meningkatkan kontribusi Indonesia dalam mencapai SDGs 2030 khususnya dalam masa pandemi COVID-19.

“Selain itu juga mendorong perubahan nyata untuk bertindak mengatasi tantangan global yang muncul melalui kerja sama secara global secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Ketua pemeringkatan UI GreenMetric Murtanti mengatakan akan ada pemeringkatan yang dilakukan secara sistematis.

“Pemeringkatan ini terkait enam bidang, yakni setting dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, edukasi, dan transportasi,” katanya.

UI Greenmetric gelar lokakarya kampus hijau di Ekuador

Universitas Indonesia (UI) GreenMetric menggelar lokakarya kampus hijau di Ekuador dengan penyelenggara Escuela Superior Politecnica De Chimborazo (ESPOCH) yang bertujuan menyosialisasikan pemeringkatan universitas se-dunia UI GreenMetric dan mengundang lebih banyak universitas di Ekuador untuk bergabung.

“Tim UI Greenmetric juga membuka peluang untuk kolaborasi antara universitas di Ekuador dan UI GreenMetric World University Rangkings Network (UIGWURN),” kata Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti di Kampus UI Depok, Selasa.

Menurut dia lebih dari 10 universitas menghadiri lokakarya dan menandatangani Deklarasi Keanggotaan UIGWURN, diantaranya adalah Escuela Superior Politecnica De Chimborazo, Escuela Superior Politecnica del Litoral, Universidad San Fransisco de Quito.

Lokakarya dimulai dengan tour berkeliling universitas dengan mengendarai sepeda yang melibatkan peserta lokakarya, mahasiswa, dan staf ESPOCH.

Upacara pembukaan dimulai dengan sambutan dari Rektor ESPOCH Chimborazo; Dr. Byron Ernesto Vaca Barahona, diikuti oleh Ketua UI GreenMetric; Prof Riri Fitri Sari, dan Duta Besar Indonesia untuk Ekuador; Dra. Diennaryati Tjokrosuprihatono, M.Psi.

Baca juga: UI raih peringkat kampus terhijau

“Ini adalah pertama kalinya lagu kebangsaan Republik Indonesia dan lagu kebangsaan Ekuador dinyanyikan dalam upacara pembukaan lokakarya nasional UI GreenMetric,” katanya.

Dikatakannya UI GreenMetric telah menjadi suatu jaringan universitas yang besar dengan koordinator di 29 negara.

Tahun ini lokakarya UI GreenMetric telah diadakan di Irlandia, Hungaria, Taiwan, Rusia, Kazakhstan, Kolombia , Brasilia, dan Turki, serta menyusul di Tunisia dan Cyprus.

Sesi 1 dan 2 terdiri dari presentasi dari Prof. Riri Fitri Sari, memperkenalkan konsep UI GreenMetric dan peranannya dalam mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dan dari Dr. Nyoman Suwartha yang menguraikan indikator UI GreenMetric dan proses pengiriman data.

Sesi ke-3 adalah berbagi pengalaman dalam upaya keberlanjutan kampus yang telah dilakukan oleh universitas-universitas di Ekuador. Lokakarya hari pertama ditutup dengan diskusi terbuka tentang kegiatan yang akan dilakukan bersama.

Lokakarya hari kedua terdiri dari kunjungan ke fasilitas pengajaran dan penelitian universitas ESPOCH untuk melinat buktipencapaian Espoch di UI Greenmetric.

Tim dibawa mengunjungi situs ilmiah yaitu stasiun meteorologi Espoch di gunung Chimborazo, yang merupakan gunung dengan titik pusat terjauh dari bumi. Upaya mitigasi perubahan iklim global telah dilakukan oleh Espoch dengan lokasinya yang unik di Riobamba, 30 km dari gunung.

UI raih peringkat pertama kampus terhijau di Indonesia

Universitas Indonesia (UI) meraih predikat sebagai Kampus Hijau Terbaik berdasarkan UI GreenMetric World University Rankings 2019.

“Dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan antusiasme peserta perguruan tinggi di dunia untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan kampus terhijau,” kata Ketua UI GreenMetric Prof Dr Riri Fitri Sari usai mengumumkan kampus terhijau di Balai sidang kampus UI Depok, Selasa.

Untuk peringkat kedua kampus terhijau terbaik di Indonesia adalah Institut Pertanian Bogor dan ketiga diraih oleh Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Selanjutnya Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Islam Indonesia, Telkom University, dan Universitas Padjajaran.

Menurut dia Tahun 2019 jumlah peserta mencapai 780 universitas dari 85 negara di dunia, bertambah dari sebelumnya sebanyak 719 Perguruan Tinggi dari 81 negara di tahun 2018. Beberapa negara yang baru bergabung di tahun 2019 yaitu Bosnia dan Herzegovina, Estonia, Guatemala, Mauritius dan Uzbekistan.

Di Indonesia, terdapat 72 perguruan tinggi yang telah berpartisipasi dalam UI GreenMetric.

Riri menjelaskan pemeringkatan UI GreenMetric of World Universities dilandasi oleh tiga filosofi dasar, yakni Environment, Economic, dan Equior nasional ini sudah mengadakan lokakarya UI GreenMetric derdiri atas keadaan dan infrastruktur kampus (15 persen), energi dan perubahan iklim (21 persen), pengelolaan sampah (18 persen), penggunaan air (10 persen), transportasi (18 persen), dan pendidikan (18 persen).

Sementara itu Rektor UI Muhammad Anis mengatakan UI GreenMetric merupakan pelopor dalam pemeringkatan melalui pengembangan alat ukur kampus hijau yang kini telah banyak diadopsi oleh perguruan tinggi di dunia.

“Dengan ikut serta dalam pemeringkatan maka perguruan tinggi yang berpartisipasi akan langsung mendukung pengembangan infrastruktur kampus hijau di dunia sebagai upaya mencetak generasi yang peduli akan keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya.

Berbagai kampus di seluruh dunia yang telah melakukan berbagai upaya mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dari PBB tahun 2030 dan melakukan upaya preventif dan kuratif dalam rangka mitigasi dampak perubahan iklim.

Saat ini terdapat 35 Koordinator Nasional dari 30 negara yang tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika. Para Koordinator nasional ini sudah mengadakan lokakarya UI GreenMetric di negaranya masing-masing, dengan mendatangkan Tim Ahli dari UI untuk menjadi narasumber.

UI gelar lokakarya solusi pengembangan kampus hijau

Universitas Indonesia (UI) menggelar International Workshop on UI GreenMetric World University Rankings untuk ketujuh kalinya bekerja sama dengan Universiti Putra Malaysia secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan Youtube UI GreenMetric.

“Tahun ini, dunia pendidikan telah menyesuaikan diri dengan pandemi COVID-19 dengan penerapan teknologi pembelajaran digital. Di sisi lain, sebagai pengelola gedung dan kawasan, masing-masing universitas memiliki cara untuk memberikan solusi inovatif program penghijauan kampus di tengah pandemi. Konferensi ini menjadi wadah yang informatif untuk saling berbagi tentang hal tersebut,” ujar Ketua UI GreenMetric Prof. Riri Fitri Sari dalam keterangannya di Depok, Jawa Barat, Senin.

Selama era pandemi, kegiatan belajar dilakukan dalam bentuk kegiatan storytelling, proyek video edukasi, tur virtual, dan podcast yang bersifat edukasi.

“Tema proyek yang ditawarkan dalam program ini berbasis isu lingkungan, seperti hortikultura, konservasi lingkungan dan manajemen pembibitan,” ujar Riri.

Dalam penyelenggaraan terdapat enam tema besar yang dipaparkan, di antaranya adalah Issues and Innovation for Setting and Infrastructure Management in Universities, Issues and Innovation for Energy and Climate Change Management, dan Issues and Innovation for Waste Management in Universities.

Untuk tema infrastruktur, ada empat pembicara dari empat universitas, yaitu Prof. Habib M. Fardoun (King Abdul-Aziz University, Saudi Arabia), Prof. Dr. Abbas Fadhil Hasson (University of Babylon, Iraq), Dr. László Gyarmati (University of Szeged, Hungary), dan Robert Segar (University of California – Davis, US).

Dr. Abbas mengatakan bahwa terdapat tiga tahapan dalam mengembangkan konsep kampus hijau di University of Babylon. Tahap pertama adalah pembentukan tim yang memiliki keahlian di bidang lingkungan dan infrastruktur hijau yang bertugas memetakan demografi serta vegetasi hijau kampus.

Tahap kedua adalah menggelar seminar dan lokakarya terkait perencanaan strategis pengembangan kampus, dan terakhir pengumpulan data internal kampus yang relevan dengan indikator kampus hijau.

Pembicara lainnya, Robert Segar, memaparkan metode pemberdayaan lingkungan yang telah dipatenkan oleh University of California Davis, yaitu Learning by Leading.

Dalam metode ini, mahasiswa diajak untuk belajar dengan turun langsung mengikuti proyek-proyek pengabdian masyarakat. Para senior yang bertindak sebagai mentor sekaligus koordinator membantu mahasiswa secara bertahap menjadi seorang pemimpin dengan menciptakan proyek-proyek yang mengatasi permasalahan lingkungan di sekitar kampus.

Lokakarya  ini dihadiri 835 peserta dari 443 universitas di 57 negara. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dato’ Seri Ir. Dr. Zaini bin Ujang (Secretary. General of Ministry of Energy, Green Technology and Water Malaysia), dan Prof. Dr. Mohd Roslan bin Sulaiman (Vice President Universiti Putra Malaysia).

Universitas yang hadir pada kegiatan hari kedua ini di antaranya adalah Chiba University of Commerce (Jepang), Mangalore University (India), dan dari Indonesia adalah Universitas Sam Ratulangi.

UI GreenMetric merupakan inovasi UI yang telah dikenal luas di dunia internasional sebagai pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup kampus.

Pada tahun 2020, jumlah peserta event ini mencapai 912 universitas dari 84 negara di dunia. Dari jumlah ini, terdapat 88 perguruan tinggi dalam negeri yang berpartisipasi.

Penilaian UI GreenMetric dilandasi atas tiga pilar, yakni lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial, dengan bobot indikator penilaian yang terdiri atas Keadaan dan Infrastruktur Kampus (15 persen), Energi dan Perubahan Iklim (21 persen), Pengelolaan Sampah (18 persen), Penggunaan Air (10 persen), Transportasi (18 persen), serta Pendidikan dan Riset (18 persen).

Untuk proses perangkingan tahun 2021, proses penginputan data masih dilakukan sampai dengan 31 Oktober 2021.

UI raih penghargaan kampus berkelanjutan kelola lingkungan hidup

 Universitas Indonesia (UI) meraih predikat sebagai kampus berkelanjutan terbaik dalam pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan penilaian dari UI GreenMetric World University Rankings 2022.

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro di Kampus UI Depok, Senin, mengatakan pemeringkatan UI GreenMetric sudah mendunia seperti saat ini. Untuk tahun ini proses belajar-mengajar sudah berjalan ekstensif, kembali memanfaatkan infrastruktur kampus. Berbagai inovasi telah dilakukan dengan penyesuaian kebiasaan baru agar lebih bersih, sehat dan lestari.

“Pengelolaan perguruan tinggi untuk menjadi pusat perwujudan ekonomi hijau terus dilakukan. Dampak kegiatan kampus bagi lingkungan hidup, sosial dan ekonomi masyarakat diupayakan dalam banyak program yang diinisiasi dosen. Kerja sama antarperguruan tinggi dunia maupun di Indonesia terlihat dari antusiasme untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan ini dan melakukan transformasi di kampusnya,” katanya.

Sekretaris UI dr. Agustin Kusumayati menuturkan bahwa yang menjadi fokus di universitas bukan sekadar pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, melainkan juga komitmen pada keberlangsungan bumi.

“Ini adalah wujud komitmen yang membutuhkan pengetahuan yang tidak ‘kaleng-kaleng’ mengenai pentingnya kita menjaga kelestarian bumi sehingga kita bisa mempertahankan kehidupan,” katanya.

Ia percaya bahwa semua telah berkomitmen dalam menjaga keberlangsungan lingkungan Kampus UI dan merasakan dampaknya bagi kinerja. Lingkungan dan fasilitas yang baik, serta kampus hijau yang menyenangkan pada akhirnya mendorong kinerja dan inovasi dari sivitas akademik.

Kepala UI GreenMetric yang memprakarsai UI GreenMetric sejak 13 tahun lalu Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M mengatakan UI GreenMetric telah membangun jejaring internasional yang kuat.

Saat ini tercatat sebanyak 32 koordinator nasional dari 28 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Amerika dan Afrika. Para koordinator nasional ini mengorganisir lokakarya UI GreenMetric di negaranya masing-masing, dan membawa peningkatan reputasi UI sebagai pelopor Kampus Berkelanjutan.

Enam unit Damkar padamkan kebakaran padat penduduk di Braga Bandung

 Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Jawa Barat mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran guna mengatasi peristiwa kebakaran permukiman padat penduduk di kawasan Braga.

Kepala Diskar PB Kota Bandung Gun Gun Sumaryana di Bandung Jumat.mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 16.30 WIB. Pihaknya pun kini tengah melakukan upaya pemadaman area yang terbakar agar api tidak semakin meluas.

“Jadi sampai saat ini masih penanganan, tetapi memang terbantu juga oleh hujan karena ini kawasan padat penduduk dan kami dari Diskar PB Kota Bandung tidak hanya menurunkan dari mako pusat, tetapi juga dari unit-unit lain,” kata Gun Gun.

Gun Gun menjelaskan, petugas gabungan yang menerima laporan warga pun langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman dengan mengerahkan enam armada pemadam kebakaran.

“Ini kami masih terus mengirimkan unit bukan hanya dari mako pusat, karena memang ini pusat kota dan padat penduduk untuk mengantisipasi apabila terjadi rambatan ke perumahan-perumahan yang lainnya,” katanya.

Adapun terkait penyebab terjadinya kebakaran, petugas baru akan melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran usai api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan.

“Terkait dengan penyebab serta dampak beberapa rumah mungkin setelah selesai penanganan. Karena ini pun proses pendinginan sebentar lagi baru akan dilakukan,” katanya.

Gun Gun memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut, dan sudah berhasil mengevakuasi lansia yang terjebak di dalam rumah.

“Sementara sih tidak ada, tetapi memang ada lansia yang pasti dampak dari asap sudah diamankan,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini petugas sedang berupaya untuk melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke bangunan lain termasuk pom bensin yang letaknya di dekat pabrik.

“Tapi Alhamdulillah nampaknya ini sudah bisa melakukan penyekatan , jadi diharapkan tidak rambat ke perumahan-perumahan yang lainnya ,” katanya.

Damkar kerahkan 12 armada padamkan kebakaran pabrik pemintalan kapas

Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mengerahkan 12 unit armada pemadam kebakaran guna mengatasi kebakaran yang terjadi di pabrik pemintalan kapas di Jalan Cipadung kota setempat, Rabu.

Kepala Diskar PB Kota Bandung Gun Gun Sumaryana mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 11.02 WIB. Pihaknya kini tengah melakukan upaya pemadaman area yang terbakar agar api tidak semakin meluas.

“Kami menerima laporan bahwa ada kejadian kebakaran di tempat ini. Nampaknya api ini memang cukup besar,” kata Gun Gun.

Gun Gun menyatakan saat ini pihaknya telah mengerahkan seluruh unit armada dari Diskar PB Kota Bandung untuk mempercepat pemadaman. “Angin cukup kencang, khawatir bisa merambat kemana mana, jadi kita kerahkan seluruh yang ada dan sedang bersiaga pada hari ini,” kata dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini petugas sedang berupaya untuk melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke bangunan lain, termasuk POM bensin yang letaknya di dekat pabrik.

“Sampai sejauh ini saya belum mendengar ada korban meninggal dunia, mudah-mudahan tidak. Kita lakukan penyekatan, minimal tidak merambat ke bangunan yang lain,” katanya.

Gedung Bappelitbang terbakar, Damkar Bandung Barat bantu pemadaman

Petugas dari Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), ikut membantu memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung, Jawa Barat, di Jalan Aceh Nomor 36, Senin.

“Kita ada ‘backup’ juga dari Damkar KBB yang membantu pemadaman,” kata Sekretaris Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Iwan Rusmawan, di lokasi kejadian.

Hingga kini, kata Iwan, pihaknya belum bisa menyebutkan penyebab pasti kebakaran yang melanda Gedung Bappelitbang Kota Bandung.

Lokasi gedung Bappelitbang dua lantai yang terbakar tersebut berada dalam Komplek Balai Kota Bandung, yakni kantor untuk Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

“Belum, kita belum bisa menentukan faktor penyebab kebakaran dari apanya, katanya ada dari AC, dan ada informasi lagi sedang ada yang memperbaiki atap atau apa. Tapi kita belum bisa menentukan, baru sekadar dugaan saja, yang pasti sekarang minta fokus ke pemadaman agar tidak merembet ke dalam lagi,” kata dia.

Hingga pukul 12.00 WIB, petugas damkar masih berupaya memadamkan kobaran api di Gedung Bappelitbang Kota Bandung.

“Sekarang masih pemadaman, ada anggota yang masuk ke dalam, maka ini kita coba ini karena jalur akses masuknya susah, kita ke dalam juga harus pakai oksigen,” kata dia.

Totalnya ada 12 unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

“Pasokan air cukup, kan di pinggir itu (Balai Kota Bandung) ada sungai, air mudah-mudahan aman,” demikian Iwan Rusmawan.